Hubungi RRI Sabang

Email: rrisabang@gmail.com
SMS : 0823 6556 9474
Telp : 0652-3324888,0652-3324444
HP : 0823 6556 9464

Audio Streaming


Get the Flash Player to see this player.


Dengarkan di WINAMP

Sekapur Sirih

Pasca Kenaikan BBM, harga Kebutuhan Pokok di Sabang Belum Mengalami Kenaikan

Sabang : Pasca kenaikan harga bbm khusus premium terhitung sejak 1 maret 2015 lalu yang sebelumnya Rp 6.600,- per liter menjadi Rp 6.800,- per liter, beberapa bahan pokok di Sabang tidak mengalami kenaikan, bahkan sejumlah harga bahan pokok mengalami penurunan, seperti cabai, kentang, bawang bombay dan jenis bahan pokok lainnya.
Meskipun beberapa bahan pokok mengalami penurunan, namun tidak berlaku untuk harga beras, dalam beberapa hari terakhir harga beras di kota sabang terus melambung, yang awalnya hanya berkisar Rp 120.000,- per karung naik menjadi Rp 150.000,- per karung. Demikian dikatakan Muhammad salah satu pedagang di pasar tradisional kota sabang kepada RRI.

“Jeruk yang banyak naik, jeruk sekarang Rp14.000,-  dari Rp 6.000,-  , dan cabai juga tidak naik. Begitu juga dengan kentang juga mengalami penurunan dari Rp 10.000 menjadi Rp 8.000,- , dan beras juga banyak naik, dari Rp 120.000,-  menjadi Rp 150.000,-“. Ungkapnya.

Muhammad menambahkan pasca kenaikan harga bbm khususnya premium tidak memberi dampak kenaikan untuk bahan pokok, meskipun hampir 100% bahan pokok harus didistribusikan dari daratan banda aceh melalui moda transportasi laut.

Sementara itu, Yanti salah satu pembeli yang setiap hari berbelanja di pasar tradisional kota sabang kepada RRI mengatakan harga bahan pokok slama ini relatif  stabil bahkan setelah dinaikkan harga bbm khusus premium per 1 maret lalu oleh pemerintah harga bahan pokok mengalami penurunan, kecuali harga beras yang mengalami kenaikan.

“ yang naik hanya beras, tapi kalau cabe awalnya naik tapi sekarang udah turun, ya harapan kita maunya semua harga standar, kalau memang segitu ya segitu, tapi dalam waktu-waktu tertentu bolehlah kalau mau dinaikan, ada waktunya. Tapi  kalau sebentar naik sebentar turun, ini juga gx ada kejelasan bagi kita masyarakat”. Pungkasnya.

Lebih lanjut Yanti yang merupakan salah satu pengusaha warung nasi itu menjelaskan untuk mengatasi kenaikan harga beras ia harus mengurangi jatah per porsi  untuk pelanggannya tanpa harus menaikkan harga. Dan selama harga beras melambung tinggi dalam beberapa hari terakhir, ia lebih memilih untuk membeli beras yang di impor dari Thailand dengan harga murah dan kualitas terjamin.
Ia juga berharap kepada pemerintah agar dapat mengstabilkan harga kebutuhan bahan pokok terutama untuk harga beras, sehingga tidak semakin terbebani perekonomian khususnya kepada masyarakat dikalangan bawah. Mj


Categories:

    Request dan Interaksi

    Hai, mau request, kirim salam, kirim puisi, interaksi "hubungi kami di 0652 3324888 / 0823 6556 9474 atau via sms di 0823 6556 9464

    Ikuti dan Dengarkan selalu

    "Hello Sabang"(program bahasa Inggris, setiap hari minngu Pkl. 09.00 - 10 Wib dan "Album Aneuk Naggroe" (program Bahasa Aceh) selasa s.d kamis dan minggu Pkl. 17.00 - 18.00 Wib

    Daftar Crew Sabang

    Hadi Budhi Santoso (Reporter), Razie Arda (Reporter), Mahfud Taheer (Reporter),Jefry A.(Broadcaster), Diah N (Broadcaster), Yana Bahri (Broadcaster),Iren (Broadcaster),, Nadia Ruslan (Broadcaster), Juli Ani (broadcaster), Munjir permana(Technical Support), M.Khoerudin (Umum), verry triyadi (broadcaster/Technical Support), Gunawan (broadcaster)